ORBIT

Penyakit Baru di Era Pemanasan Global

Di ruang kelas, Bu Guru tengah memberikan penjelasan. "Anak-anak, pemanasan global ternyata bukan saja berdampak kepada kerusakan lingkungan tempat tinggal kita." ucap Bu Guru "Berdampak ke bidang apa lagi, bu?" tanya Tibro "Berdampak ke bidang kesehatan. Dalam kurun waktu 30 tahun terkahir ini, telah tercatat 30 jenis penyakit baru akibat perubahan iklim." lanjut Bu Guru "Wah, gawat. Jangan-jangan kita bisa terkena." kata Dudung "Makanya kalian harus menjaga kesehatan, jaga kebersihan, dan makan yang teratur." Kata Bu Guru. Bila menyimak obrolan tersebut, tentu menakutkan. Tapi memang hal itu terjadi sekarang ini dan layak kita perhatikan untuk berjaga-jaga. Berdasarkan Data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tercatat ada sebanyak 30 penyakit baru yang muncul sepanjang tahun 1976-2008 akibat perubahan iklim dan pemanasan global. Tentu saja jenis-jenis penyakit tersebut tidak muncul dari satu negara, tapi dari banyak negara. Bahkan yang terkahir yang menghebohkan dunia adalah Flu Babi atau H1N1. Menurut para peneliti kesehatan, munculnya berbagai penyakit ini akibat temperatur suhu panas bumi yang terus meningkat, perubahan iklim yang tidak teratur dan pasti. Satu contoh indikasi yang jelas adalah mewabahnya penyakit demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan. Biasanya, penyakit-penyakit tersebut muncul saat pergantian musim. Menurut WHO, masalah kesehatan akibat pemanasan global ini lebih dirasakan oleh negara-negara berkembang. Ini disebabkan karena ketidaksiapan negara tersebut dalam mengantisipasi serangan penyakit. Dan ini disebabkan oleh kurangnya dana untuk membuat program agar masyarakat waspada dan tanggap darurat. Bahkan penyakit flu burung, yang menjangkiti di kawasan Asia Tenggara begitu menggemparkan di tahun 2006. Penyakit yang menular dari unggas ini telah menewaskan beberapa orang yang terinfeksi dalam kurun waktu yang singkat. Sampai-sampai berbagai pihak sepakat untuk tidak memelihara ayam dan burung. Kini di pertengahan tahun 2009 muncul jenis penyakit baru, namanya flu babi yang muncul pertama kali di negara Meksiko. Oleh karena itu, untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim terhadap kesehatan manusia, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama. Bahkan kerjasama juga harus dilakukan antar negara. Mengingat saat ini perpindahan penyakit bisa melalui manusia yang bepergian keluar masuk ke berbagai negara. Contoh terakhir adalah beberapa negara melarang warganya untuk melakukan kunjungan ke negara yang terjangkiti virus flu babi. Atau bagi yang sudah terinfeksi terpaksa dikarantina di suatu tempat dan tidak diizinkan keluar daerah tersebut sebelum mendapat pengobatan. Kondisi seperti ini harus disepakati bersama. Jika kita lihat dari penyebabnya yaitu perubahan iklim dan pemanasan global, maka mau tidak mau kita harus memperhatikan dan bertindak demi terjaganya keseimbangan alam. Karena sudah terbukti, cuaca yang tak menentu, udara panas, dan perubahan yang cepat adalah menjadi pendukung munculnya berbagai jenis penyakit baru. Jangan ragu, menjaga keseimbangan alam berarti menjaga keselamatan bumi dan kesehatan penduduk bumi, seperti kita ini. Contoh sederhana demi terjaganya keseimbangan alam adalah membuang sampah pada tempatnya, jangan asal lempar. Menghemat listrik seperlunya. Jadi kalau nonton tivi dan main game jangan berlama-lama. Sekilas tindakan kita kecil, tapi jika itu dilakukan oleh teman-teman seluruh Indonesia pasti berpengaruh besar. Ayo jangan ditunda lagi, jaga keseimbangan alam!dan sebagainya.

MAJALAH IPTEK ANAK ORBIT
Gd. The Habibie Center
Jl. Kemang Selatan No. 98 Jakarta 12560
Tel. : (021) 7806870, 7806882
Fax : (021) 7806921
Data Pengunjung 100 orang