
Hei teman-teman Tibro menemukan cara membuat roket sederhana hanya dari sehelai kertas selembar. Bisa kalian jadikan lomba lho di acara merayakan Kemerdekaan RI pada bulan Agustus ini. Ikuti ya tahap pembuatannya. Alat dan Bahan 4 lembar kertas HVS ukuran A4 120 g berwarna putih atau berwarna-warni, gunting, penggaris dan pensil. BOx Cara Membuat A. Bagian Badan dan kaki Roket 1. Buatlah bagian-bagian roket seperti pada gambar di bawah ini. Gbr: Labcil1, lb2 2. Sesuaikan ukurannya dengan yang ada di dalam gambar. 3. Setelah itu gunting sesuai pola badan roket. 4. Lipat pada garis putus-putus berwarna merah. 5. Selanjutnya pertemukan antara ujung dengan ujung dan beri lem kertas. 6. Lakukan hal yang sama pada bagian kaki roket. Gbr: b3 Beginilah kalau roket dan bagian bawahnya sudah dibuat: Gbr: Lb5b, lb5c, Masukkan bagian badan roket ke dalam kaki roket. Gbr: Lb5d, lb 5. B. Bagian Pendorong Roket dan Tiang Peluncurnya 1. Sekarang kita akan membuat pendorong roket serta tiang peluncurnya. 2. Gambar kembali pola yang ada di bawah ini. Sesuaikan ukurannya. Gunting pola setelah dibuat. Gbr: Labcil 1dan 2, lb1 3. Lipat pola pada bagian yang berwarna merah putus-putus. 4. Pada bagian garis biru lipat pelan saja jangan terlalu ditekan hanya sebagai garis bantu untuk melipat garis merah berbentuk segitiga pada bagian pinggir. 5. Lubangi kotak kecil bagian bawah untuk tempat menaruh tiang peluncur dengan cutter. 6. Setelah itu lipat bagian yang ada lubang dengan bagian atasnya. Lihat gambar. 7. Sisi sayap yang sudah dilipat-lipat tekuk ke bagian dalam sehingga membentuk kotak. Agak susah memang melipatnya. Dibutuhkan ketelitian dan keterampilan tanganmu. Perhatikan saja gambar alat pendorong yang sudah jadi dan pelajari bentuk lipatannya. 8. Beri lem bagian atas dan bawah kotak alat pendorong roket. Taruh pada di atas bagian yang ada lubang kecilnya. Jangan dilem dulu. 9. Buatlah terlebih dahulu tiang peluncur caranya sama saperti pada membuat badan roket hanya bagian atasnya tidak digunting meruncing. 10. Jika tiang luncuran sudah selesai dibuat masukkan ke dalam lubang di alat pendorong tadi. Kaki-kaki tiang luncuran berada di antara lipatan kertas sehingga tidak terlihat. 11. Pada bagian Ujung lipat ke dalam berbentuk segitiga. Beri lem seluruh bagian ini. 12. Pastikan tak ada lubang untuk masuk dan keluarnya udara kecuali dari bagian atas tiang luncuran. Inilah alat pendorong dan tiang peluncur roket yang sudah jadi dilihat dari berbagai sudut: Gbr: lb6, lb7, lb8, lb9 Cara Meluncurkan: Masukkan roket ke dalam tiang luncuran. Kembangkan lipatan pada alat dorong. Setelah hentakkan bagian yang menggelembung pada alat dorong dengan cepat dan keras. Lihatlah, roket itu akan meluncur. Gbr: lb 10-11-12 Mengapa Itu Bisa Terjadi Di dalam alat dorong yang menggelembung ada Udara. Semakin dibesarkan gelembung di bagian lipatan maka semakin banyak pula udara yang berkumpul. Bagian atas tiang luncuran yang terbuka sudah tertutup oleh badan roket. Bagitu lipatan itu dihentakkan, udara akan segera terdorong keluar melalui tiang luncuran. Sehingga badan roket yang tertempel di tiang terlempar keluar dari tiang luncuran. Tahukah kamu Wilayah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara tepatnya di Kecamatan Belang (sekarang Minahasa Selatan) dan Biak (sebuah pulau kecil yang terletak di Teluk Cendrawasih dekat sebelah utara pesisir Provinsi Papua, Indonesia) dipilih oleh Rusia sebagai salah satu pangkalan peluncuran roket maupun pesawat ulang alik atau pun bisnis satelit dunia lainnya. Secara geografis posisi Belang dan Biak tepat berada di sekitar satu derajat Lintang Utara di garis katulistiwa. Sehingga pada posisi ini, peluncuran roket maupun pesawat ulang alik lebih murah biayanya karena lebih cepat keluar dari orbit bumi. Selama ini peluncuran roket maupun pesawat ulang alik yang ada di Rusia maupun di negara Eropa ataupun di Amerika Serikat kurang efisien. Sebab begitu ditembakkan dari bumi, roket atau pesawat ulang alik masih harus mengitari orbit bumi sebanyak 2 hingga 3 kali dulu baru kemudian bisa masuk ke angkasa luar. Namun sayangnya masyarakat Biak dan Belang banyak yang belum setuju jika wilayahnya dijadikan tempat peluncuran roket. Mereka takut wilayah mereka rusak karena adanya pangkalan roket itu.