
“Yah, Ayah, Tibro penasaran deh,” kata Tibro kepada Ayah saat mereka melewati terowongan di Pasar Rebo Jakarta Timur. Mereka tengah melaju di jalan tol Lingkar Luar Jakarta. “Kenapa Bro?” tanya Ayah sambil terus mengemudi. “Terowongan tadi Yah. Kita tahu ada sungai di dekat perempatan Pasar Rebo. Tapi kalau kita lewat terowongan, sungainya tidak kelihatan! Tibro bingung!” Ayah menjawab. “Oh, itu. Teknik pembuatan terowongan sudah canggih, Bro. Kalau sekedar menembus ke bawah dasar sungai, itu tidak seberapa. Terowongan seperti Seikan di Jepang bahkan menembus di bawah dasar laut hingga puluhan kilometer. Bayangkan!” “Benar Yah? Wah, bagaimana ya membuatnya?” tanya Tibro takjub. Pernahkah kalian penasaran dengan terowongan seperti Tibro? Terowongan memang sungguh menakjubkan. Kita menembus perut bumi di satu ujung lalu muncul lagi di ujung yang lain. Teman-teman, memang sejak dahulu manusia membuat terowongan untuk transportasi. Mengapa ya berpayah-payah membuat terowongan? Terowongan apa saja yang ternama di dunia? Bagaimanakah cara membuatnya? Untuk mendapatkan jawabannya, kita ikuti cerita utama berikut ini.